FEATURE OLAH RAGA TERBARU 

Menakar peluang merebut medali


MARKIS KIDO - HENDRA S REBUT EMAS DI  OLIMPIADE BEIJING | Beijing 2008.cn
Medali di Olimpiade, memang bukan 'barang  baru' bagi Indonesia. Dalam beberapa Olimpiade sebelumnya, atlet Indonesia berhasil 'mencuri' medali prestisius dari beberapa cabang olah raga. Dan dalam Olimpiade London 2012, peluang untuk itu masih terbuka lebar. Inilah beberapa kemungkinannya.


Atlet anggar Indonesia Diah Permatasari, diperkirakan setidaknya akan mampu menembus 16 besar dalam Sabre Putri Olimpiade.  Dan bila itu berhasil diraih, maka bukan tidak mungkin, Diah akan mampu menembus posisi delapan besar.  Secara otomatis pula, hal itu mendongkrak peringkat Diah dalam jajaran atlet anggar dunia. Kemungkinan itu semakin lebar mengingat dirinya adalah atlet anggar Indonesia pertama yang lolos ke olimpiade melalui proses kualifikasi. Pengurus Besar (PB) Ikasi patut berbangga dengan hal itu. 

Tak sekadar partisipan. Fernando Lumain dan Triyaningsih bertekad tak ingin menjadi penggembira di cabang atletik multieven empat tahunan ini. Fernando yang akan bertanding di nomor 100 meter memang bukan pesaing bagi sprinter Jamaika Usain Bolt. Namun, dia bertekad  memperbaiki catatan waktu terbaiknya, 10,6 detik. Hal serupa juga dicanangkan Triyaningsih di nomor maraton. Pelari asal Jawa Tengah ini diharapkan bisa membukukan catatan waktu lebih baik dari 2 jam 37 menit dan masuk sepuluh besar.

Dari cabang  angkat besi, peluang juga terbuka lebar. Para atlet angkat besi dipatok target tiga medali perunggu pada Olimpiade. Triyatno (69kg), Deni (69kg), Eko Yuli Irawan (62kg), M Hasbi (62kg), dan Jadi Setiadi (56kg) diperhitungkan mampu mencapai prestasi tersebut jika melihat persaingan di olimpiade. Pada Olimpiade Beijing 2008, angkat besi berhasil menyumbang dua medali perunggu yang diraih Eko Yuli Irawan dan Triyatno

Pertaruhan 'nama baik' ada di cabang bulu tangkis. Indonesia harus berjuang keras mempertahankan tradisi medali emas untuk cabang olahraga ini. Simon Santoso dan Taufik Hidayat bakal bepeluang menghadapi menghadapi lawan berat Lee Chong Wei (Malaysia) dan Lin Dan (China) di babak 16 besar.

Begitu juga dengan Adrianti Firdasari yang kemungkinan besar bakal dihadang peringkat dua dunia saat ini, Wang Xin (China), di babak yang sama. Muhammad Ahsan/Bona Septano (Ganda Putra), Greysia Polii/Meiliana Djauhari (Ganda Putri) juga berat kansnya untuk lolos ke partai puncak.

Kekuatan merata di nomor ganda campuran membuat asa terbesar medali dari bulu tangkis berada di pundak Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir. Andalan Indonesia ini di atas kertas baru akan menghadapi lawan berat di semifinal, yaitu pasangan China, Xu Chen/Ma Jin.

Diaz Kusumawardhani boleh jadi merupakan salah satu atlet termuda yang tampil di Olimpiade 2012 ini. Namun, gadis kelahiran 2 November 1995 itu telah dipatok target peringkat 20 besar olimpiade dalam cabang menembak. Tak heran bila pengiriman atlet yang lolos dengan fasilitas unused quota pada nomor 10 meter air rifle putri ini, dinilai sebagai investasi bagi PB Perbakin. Atmosfer olimpiade bisa menempa mental Diaz.

Pejudo Indonesia Putu Wiradamungga yang gagal lolos setelah tidak masuk delapan besar dalam turnamen kualifikasi Olimpiade, April lalu di Uzbekistan, akhirnya mendapat tiket ke pesta olahraga dunia tersebut. Sebagai atlet pengganti setelah pejudo Iran Amir Ghaseminejad mundur, Wiradamungga menargetkan dirinya mampu lolos ke 16 besar olimpiade. Sebuah target yang masuk akal.

Di cabang Panahan, posisi Ika Yuliana Rochmawati merebut medali diperkirakan cukup berat. Selain rival utama dari Korea Selatan, atlet panahan China dan Meksiko juga menjadi halangan besar bagi Ika untuk mempersembahkan medali di nomor recurve individu putri. Namun, melihat perjalanan Ika di babak prakualifikasi Olimpiade yang sukses menembus 10 besar dunia, Ika layak diperhitungkan meraih medali.

I Gede Siman Sudartawa menargetkan dirinya mampu menembus 16 besar Olimpiade di cabang renang. Selain perbedaan iklim, dan pengalaman pertama bertanding di Olimpiade, peluang Sudartawa merebut medali cukup kecil. Walau begitu, peraih empat medali emas SEA Games 2011 tersebut percaya diri mampu bersaing di nomor 50 dan 100 meter gaya punggung.

Ayo Indonesia!


PEROLEHAN MEDALI INDONESIA DI OLIMPIADE*
Partisipasi
Emas
Perak
Perunggu
Seoul 1988
-
1
-
Barcelona 1992
2
2
1
Atlanta 1996
1
1
2
Sydney 2000
1
2
3
Athena 2004
1
1
2
Beijing 2008
1
1
3
TOTAL
6
9
10



PEROLEHAN MEDALI INDONESIA DI OLIMPIADE

Cabang Olahraga
Emas
Perak
Perunggu
Bulu Tangkis
6
6
6
Angkat Besi
-
2
4
Panahan
-
1
-
TOTAL
6
9
10

*Indonesia baru merebut medali di Olimpiade Seoul 1988 sejak kali pertama ikut serta di Olimpiade Helsinki 1952

Andri Cahyono

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berita Sebelumnya

Alih Bahasa